Sebagai salah satu perusahaan game terbesar di dunia, Tencent Games selalu serius dalam mengembangkan game buatannya.
Salah satunya adalah Tencent yang kini tengah fokus untuk membesarkan game MOBA milik mereka yakni Honor of Kings terutama di esportsnya.
Tencent memiliki ambisi dalam membesarkan esports Honor of Kings (HOK) setelah memutuskan untuk merilis game ini secara global.
Tidak tanggung-tanggung modal besar pun akan dikeluarkan oleh perusahaan asal Cina itu untuk membesarkan esports HOK.
Tencent pun menyiapkan dana fantastis untuk membesarkan ekosistem dan esports Honor of Kings.
“Kami akan menginvestasikan 15 juta dolar AS (sekitar Rp239 miliar untuk membangun ekosistem esports lokal dan global,” ungkap Global Publishing Producer of Honor of Kings, Neo Liu,
Menarik untuk dinantikan, seperti apa mereka akan menggunakan dana sebesar itu untuk merangkul banyak pemain di seluruh dunia.
Sebelumnya, Tencent hanya berfokus untuk membesarkan ekosistem dan esports Honor of Kings di Cina.
Namun kini setelah Tencent memutuskan untuk merilis game tersebut secara global, mereka pun akan berusaha untuk membangun ekosistem dan esports Honor of Kings.
Hal ini tentu menjadi langkah penting yang harus diambil untuk membuat game MOBA mobile tersebut lebih banyak peminat lagi.
Selain di China, Tencent telah menjadikan beberapa region sebagai tujuan mereka membesarkan esports Honor of Kings.
Tencent juga mengadakan konferensi pers hari ini dengan mengajak awak media untuk membahas rencana mereka mengenai permainan Honor of Kings (HOK) di wilayah Asia Tenggara. Dalam pernyataannya, John Zhang, Direktur publisher dan Esports Honor of Kings Asia Tenggara di Level Infinite, mengungkapkan alasan di balik dorongan cepat mereka dalam membangun ekosistem esports untuk HOK.
Zhang menyatakan bahwa mereka tidak ingin tertinggal dari pesaing lain. “Kami bergerak cepat. Dengan peluncuran global, dari turnamen esports akar rumput hingga tingkat profesional, ini karena Asia Tenggara memiliki banyak gamer dan penetrasi pasar untuk game mobile sangat tinggi. Liga pro dibentuk agar pemain dapat menikmati ekosistem di Asia Tenggara. Kami juga mengundang influencer untuk memperkenalkan HOK kepada masyarakat. Lihat saja Brazil, dalam dua tahun tim mereka sudah sangat kuat,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 20 Juni 2024 lalu, HOK telah memperkenalkan banyak inisiatif esports, termasuk HOK Invitational S2 yang mengumpulkan tim terbaik dari Timur Tengah, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan wilayah lainnya. Hadiah uang tunai yang terkumpul mencapai USD300.000 atau sekitar Rp4,8 milyar, hal ini menunjukkan komitmen Tencent untuk tetap bersaing dalam industri esports sekaligus menyediakan platform bagi lebih banyak atlet untuk bertanding, terutama di Malaysia yang telah lama menantikan versi globalnya.
Selain itu, Tencent juga akan fokus pada Mid Season Invitational x Esports World Cup yang akan dimulai Agustus ini. Acara ini menjadi tolok ukur bagi kemampuan tim Indonesia yang berhasil lolos, seperti Kagendra, untuk bisa menunjukkan potensi mereka di kancah internasional.
Dengan strategi ini, Tencent berharap dapat mempercepat pembangunan ekosistem esports HOK di Asia Tenggara dan memastikan mereka tetap kompetitif di pasar global yang semakin berkembang.
Nantinya, Tencent juga akan membangun server lokal untuk beberapa region tersebut secara strategis agar para pemain bisa nyaman dalam memainkan HOK.
Selain itu mereka juga akan menghadirkan beberapa konten bahasa lainnya, dan secara bertahap menghadirkan hero lokal, beserta skin, voice over, dan lainnya agar lebih relate dengan banyak pemain di seluruh dunia.
Menarik untuk dinantikan seperti apa penetrasi yang akan dilakukan Tencent dalam mengembangkan esports Honor of Kings secara global..